![]() |
| Mahasiswa Welesi dan Wouma di kota studi Jayapura saat mengelar konferensi pers (Jubi/Mawel) |
Jayapura, - Mahasiswa Asal wilayah distrik Welesi dan Wouma, Kabupaten Jayawijaya meminta masing-masing warga yang terlibat dalam konflik pekan lalu, tidak melanjutkan permusuhan.
"Kita harap orang tua bisa menahan diri karena masalah sudah ditangani pemerintah dan pihak kepolisian,"ungkap Yanuarius Lagowan tokoh mahasiswa asal Wouma kepada jurnalis pada (9/06/2018) di Waena, kota Jayapura, Papua.
Karena itu, soal proses penanganan atas korban dan pelaku, diserahkan kepada pihak pemerintah yang menyelesaikan. Pemerintah yang mengadili pelaku dan penuhi hak korban.
"Orang tua harus tahan diri. Orang tua tidak boleh terpacing,"ujar pria yang juga sekretaris Jenderal asosiasi mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (AMPTPI) ini.
Wakol Jelipele, tokoh mahasiswa dari Welesi mengatakan orang tuanya tidak punya alasan mendasar untuk terlibat peperangan.
"Orang luar yang memulai konflik itu. Jadi semua orang dari Welesi dan Wouma tidak punya masalah,"ungkapnya.
Kata dia, karena itu, orang tua yang harus terlibat aktif menjaga wilayah dan masyarakat dari aksi-aski kriminal itu. Pihaknya tidak mau konflik atau perang yang tidak jelas ini tidak meluas ke mana-mana.
"Kita harap orang tua hidup aman dan damai dalam keharmonisan,"ungkap Wakol Yelipele kepada jurnalis.
Sekedar diketahui, konflik ini berawal dari aksi kriminal orang yang konsumsi alkohol. Orang kerasukan alkohol itu palang pengendara motor dan tagih uang.
Pemilik motor kemudian lapor saudaranya, hingga terjadilah konflik. Akibatnya satu orang korban meninggal. Lebih dari dua orang mengalami luka-luka.(*)
Sumber : Tabloid Jubi


0 Komentar