![]() |
| Militer Gabungan dan Ormas Mengepung Asrama Papua |
SURABAYA - Peringati 20 Tahun Tragedi Biak Berdarah (1998), sesuai
rencana, AMP Surabaya mengadakan Diskusi dan Nonton film di malam ini
(06/07/2018).
Saat diskusi tengah jalan, tanpa Permisi Kasat Intel Polsek
setempat tiba di Asrama. Beberapa Menit Kemudian Polisi dan Brimob mulai
muncul. Saat itu Polisi sempat mencoba dobrak Pintu asrama tapi kekuatan
pertahanan Pintu ( 30an Mahasiswa Papua) kuat sehingga pintu tak berhasil
dijebol.
Lalu datang juga Pasukan Polisi Pamong Praja (POL PP)
bersama Camat Setempat. Lalu tiba juga TNI dan Ormas Reaksioner di asrama.
Kepala Camat datang dan langsung meminta data mahasiswa
Papua, katanya "Kami sedang swiping". Mahasiswa Papua menolaknya
karena malam dan tak ada pemeberitahuan dahulu soal informasi seperti itu.
Namun masih tetap ngotot dan Polisi, Ormas reaksioner, brimob, TNI
terpancing marah juga dan terjadi adu mulut dan saling dorong. Satu kawan
perempuan (Solidaritas dari prodem) Korban pelecehan: Dadanya dipegang, di
dorong berhasil keluar.
Atas situasi itu Mahasiswa Papua minta perlindungan kepada
Kontras Surabaya dan LBH Surabaya. Lalu, laporan dari TKP, satu anggota Kontras
Juga di pukuli sama Ormas gabungan Militer itu.
Situasi saat ini Ormas Gabungan Militer yang berjumlah 100
lebih (pantauan di sana) Bersama Bapak Camat sedang berada di Depan asrama
papua Surabaya.
Sumber, Step P, Mahasiswa Papua surabaya.


0 Komentar