Tertinggal, Terbelakang, Primitif adalah STIGMA. Orang PAPUA Bisa

KSU Baliem Arabica. Salah Satu Koperasi milik masyarakat adat di wilayah pegunungan Jayawijaya. Bukti bahwa orang Papua bisa. (Gbr/Ilustrasi)

Manusia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang sempurna dari ciptaan lainnya karena, manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan, manusia memiliki akal budi entah itu orang Eropa, Cina, Jepang, Australia, Indonesia dan juga orang Papua. Dengan demikian tidak ada yang merasa lebih tinggi, lebih pintar dan lebih berkuasa atau lebih mendominasi dari manusia yang lainnya sebab pada dasarnya adalah manusia yang sama.


Jika, dilihat dari perkembangan manusia dewasa ini terdapat beberapa kelas yang diciptakan oleh manusia itu sendiri terhadap manusia lain diukur dari segi kemajuan ekonominya. Ada manusia kelas pertama, pemilik modal, kedua, pengontrol, ketiga, kelas pekerja. Hal ini dilakukan agar terus mendominasi manusia lain dan ingin mendapat keuntungan yang lebih dari manusia lain terutama kelas pekerja. 

Untuk mempertahankan atau untuk terus mendominasi dan mendapat keuntungan yang lebih kelas pemodal akan selalu berupaya dengan berbagai cara salah satunya adalah membangun sebuah propaganda melalui stigma-stigma negatif terhadap manusia lain yang menjadi target sebagai kelas pekerja serta melalui berbagai macam sistem terutama sistem pendidikan yang dikemas sedemikian rupa untuk membentuk manusia itu agar menjadi pekerja bagi pemilik modal itu sendiri.

Hal seperti ini sangat nyata terlihat dan terjadi di Papua terhadap orang Papua yang di dorong oleh beberapa sebab yang pertama karena, tanah Papua memiliki sumber kekayaan alam mulai dari hasil mineral, hasil hutan, hasil laut dan berbagai potensi ekowisata sebagai potensi bagi pemilik modal untuk mengeksploitasi. Disamping itu dari ciri fisik orang Papua adalah orang yang kuat, tegar, berotot sehingga, dijadikan target sebagai pekerja sehingga, dibangun berbagai propaganda melalui stigma-stigma negatif seperti, orang papua itu tidak bisa maju, tertinggal, terbelakang, primitif dan stigma negatif lainnya. Stigma-stigma demikian dibangun agar orang Papua merasa dirinya lebih renda dan merasa tidak percaya diri. Stigma semacam ini dibangun karena, mereka ingin mendominasi dan ingin mengeksploitasi semua potensi kekayaan alam yang ada serta menjadikan orang Papua sebagai objek atau pekerja.

Dengan demikian sekali lagi orang Papua adalah manusia yang sama dengan manusia lain dimuka bumi yang diciptakan oleh pencipta yang sama dan memiliki akal budi yang sama pula. Dengan demikian orang Papua juga mampu atau bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh manusia lain dimuka bumi. Orang Papua juga bisa mampu jadi pengusaha sukses, ilmuwan, hingga mampu membawa nasib masa depan Papua dalam alam perdamaian dan alam kebebasan yang hakiki.

Sekian, Semoga tulisan ini bermanfaat..wa..wa..wa..😊

Posting Komentar

0 Komentar