Pasir Putih Sebagai Salah Satu Potensi Ekonomi Rakyat di Wamena

Foto : Pasir Putih Pikhe
Wamena merupakan kota tua yang terletak di wilayah pegunungan Jayawijaya, Papua. Kota ini sangat unik dan kaya akan keindahan alamnya dan keunikan kebudayaannya. Salah satu dari sekian banyak keunikan yang dapat dijadikan objek wisata tersebut adalah pasir putih.

Pasir putih yang terdapat di Wamena ini tidak seperti di kota lain di mana di kota lain pasir putih hanya ada di daerah pesisir pantai namun, di Wamena pasir putih terdapat di beberapa perbukitan atau anak gunung seperti di desa Aikima distrik Pisugi, desa Tulem distrik Wita-Waya dan desa Pikhe distrik Pisugi.

Pasir putih yang unik ini dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan masyarakat setempat dengan membangun sebuah objek wisata dan tempat rekreasi. Tempat rekreasi yang dibangun ini dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan bekerja sama dengan masyarakat setempat maupun secara swadaya atau mandiri oleh masyarakat setempat sebagai sumber pendapatan masyarakat dan sebagai upaya membangun sebuah sistem ekonomi mandiri. Namun, dari kedua hal ini tentu saja memiliki keuntungan dan kelemahan. Namun disini akan coba diuraikan keuntungan dan kekurangan yang akan dihadapi oleh masyarakat dari kedua opsi diatas.
Foto : Pasir Putih Aikima


1. Objek wisata yang di bangun oleh pemerintah

Disini tentu saja memiliki keuntungan dan kekurang yang akan dihadapi oleh masyarakat. Jika, objek wisata ini dibangun oleh pemerintah maka, secara tidak langsung hak atas kepemilikan objek wisata tersebut akan diklaim milik pemerintah sedangkan tempat tersebut adalah milik masyarakat adat setempat dengan demikian secara otomatis akan kehilangan kepemilikan atau hak atas tempat tersebut, kehilangan lapangan pekerjaan. Selain itu sistem pengelolaan hingga, para pekerja akan dikelola dan dikendalikan oleh pemerintah dan secara tidak langsung masyarakat akan tersingkir secara perlahan-lahan dan kalau pun ada masyarakat akan dijadikan sebagai security atau satpam dan pembersih atau cleaning Service dengan dengan upah yang murah. ini adalah kekurangan atau hal negatif yang bisa dialami oleh rakyat. Keuntungannya adalah pemerintah memiliki modal dan masyarakat akan terhambat oleh modal untuk membangun suatu usaha tersebut.

2. Objek wisata yang dibangun secara swadaya dan mandiri oleh masyarakat

Jika, objek wisata ini dibangun dan dikelola secara penuh oleh masyarakat maka, hak kepemilikan atau hat atas tempat tersebut masih milik masyarakat, pengaturan dan pengelolaan keuangan dilakukan oleh masyarakat, masyarakat memiliki lapangan pekerjaan sehingga, masyarakat bisa mandiri secara ekonomi tanpa ketergantungan.

3. Alternatif

Bisa juga pemerintah bekerja sama dengan masyarakat tetapi untuk pengelolaan hingga semua sistem di dalamnya dikelola sepenuhnya oleh masyarakat tanpa ada campur tangan pemerintah sedikit pun dan pajak usaha sekalipun tidak dapat dikenahkan. Dalam posisi ini pemerintah hanya mambantuh dana dan tidak lebih dari itu.

Foto : Pasir Putih Pikhe
Tentu saja ada yang bertanya bagaimana modalnya untuk membangun tempat wisata ini jika, tidak ada sokongan dana dari pemerintah ?

Semua kekuatan ada di tangan masyarakat sehingga, tidak perlu dikhawatirkan soal modal namun, hal yang terpenting disini adalah bagaimana masyarakat mau melakukannya dengan sungguh-sungguh maka, persoalan modal tentunya tidak akan menjadi persoalan yang rumit. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya seperti iuran bersama, atau dengan melakukan pinjaman kepada bank misalnya bank Papua dan hasil dari pengelolaan tempat wisata tersebut nantinya dapat diganti atas utang tersebut dan ada cara lain yang dapat dilakukan tanpa berharap kepada pemerintah.

Dengan demikian, untuk melakukan semua ini tentunya membutuhkan orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini entah itu melalui kelompok, koperasi atau sebuah badan usaha milik rakyat.

Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat..wa..wa..wa..😊

Posting Komentar

0 Komentar