Saya lakukan banyak diskusi dengan banyak orang, baik di Tanah Papua, di pulau
Jawa, di Bali, di Sulawesi, di Malaysia, di Singapore dan sebagainya. Saya juga
bertemu dan berbincang dengan orang-orang Asia, Asia Tenggara, Eropa, Amerika
Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Salah satu pokok pertanyaan yang sering
saya cari tahu dari orang-orang ini ialah, “Apa
manfaat imunisasi buat saya dan buat keturunan saya?”
Jawaban dari pulau-pulau di Indonesia seperti ini,
Itu bagus, biar anak-anak tidak
mudah sakit, biar sehat, biar tidak repot-report saat mereka sakit. Kan ada
pepatah sediakan payung sebelum hujan.
Pada saat saya tanyakan hal yang sama kepada penduduk di Asia
Tenggara dan Asia pada umumnya, kebanyakan mereka katakan mereka sendiri tidak
pernah melihat dengan jelas apa manfaat sesungguhnya dari imunisasi.
Jadi, jawaban dari beberapa pulau di Indonesia ini merupakan
foto-copy dari jawaban pemerintah dan iklan-iklan perusahaan di televisi dan
koran-koran, media online yang mempromosikan imunisasi.
Kemudian saya juga tanyakan kepada para pihak dari yang kita sebut
“Orang Barat” (Australia, Selandia Baru, Eropa, Amerika Utara). Kebanyakan
jawaban mereka sebagai berikut
Manfaatnya adalah bisnis
farmasi meraup untung sebesar-besarnya. Imunisasi adalah memasang jerat,
sehingga pada usia dan musim tertentu dengan pancingan imunisasi itu Anda akan
menjadi sakit-sakitan, dan dengan kesakitan itu Anda wajib membeli obat, dengan
dengan membeli obat terus-menerus, Anda menjadi berlangganan dengan obat-obat
produk mereka.
Jadi, imunisasi sama dengan
memasang jerang untuk Anda membeli produk mereka di kemudian hari. Ini kegiatan
bisnis murni.
Dari tiga jenis jawaban atas pertanyaan saya tentang “imunisasi”
ini saya pun harus kembali kepada hatinurani saya sebagai seorang insan manusia
ciptaan Tuhan. Saya bukan boneka, saya bukan orang polos tak tahu apa-apa.
Google dan media online juga ada.
Saya-pun lakukan penelitian dan pencarian. Saya juga menanyakan
kepada nurani saya, berkonsultasi dengan pengalaman saya juga.
Hasilnya saya harus dengan terpaksa menyimpulkan berdasarkan
realitas dan suara hatinurani saya bahwa
Imunisasi adalah perbuatan tidak manusiawi, dan merusak masa depan
hidup anak sebagai seorang manusia.
Ada orang Inggris yang pernah bilang kepada saya begini,
Kamu orang-orang di New Guinea
itu sejak nenek-moyang, sejak lahir memang sudah sehat-sehat. Lahir dari tanah
yang sehat. Jadi tidak perlu imunisasi segala. Kecuali kalau ada perusahaan
farmasi yang merasa rugi di tempat kamu di situ, maka dia harus promosikan
imunisasi, dengan tujuan utama untuk menginjeksikan bibit-bibit penyakit yang
kemudian hari akan memancing Anda menjadi sakit. Karena kalau kalian sakit,
yang menjadi kaya-raya adalah perusahaan farmasi.
Saya sendiri menjadi bingung. Di satu sisi saya tidak kaget,
karena saya sudah buktikan bahwa anak-anak saya yang sudah ter-imunisasi justru
banyak sakitnya daripada anak-anak yang belum pernah di-imunisasi. Di sisi lain
saya menjadi tidak percaya karena kegiatan kejahatan ini dilakukan secara
terorganisir dan terbuka, diselenggarakan oleh pihak dan lembaga resmi negara,
tetapi tidak ada yang berani menghentikan mereka.
Saya bertanya, “Ini mimpi atau nyata?”
Masih belum percaya? Baca artikel berikut ini:
Sumber : universal-tao-indonesia.com


0 Komentar